Tata Cara Niat Sholat Idul Fitri Yang Benar Dengan Bacaanya

Tata Cara Niat Sholat Idul Fitri Yang Benar Dengan Bacaanya - Tata cara niat dan peraktek sholat idul fitri admin idharian menyusun rangkaian kata untuk anda sekiranya bisa mempermudah melakukan pelaksanaan sholat idul fitri dengan baik.sholat idul fitri di lakukan setahun sekali setelah selesai berbuasa sebulan penuh baik yang dua puluh sembilan hari atau yang tiga puluh hari.

Sholat idul fitri di lakukan dengan cara berjamaah beramai-ramai dimesjid atau di lapangan kalau jaamnya banyak tidak muat untuk di tampung di dalam mesjid. Yang pastinya yang melakukan sholat idul fitri sudah pasti banyak karena bergabung dengan kaum perempuan dan anak-anak, ada perbedaan dengan sholat jum'at.

Sholat idul fitri hukumnya sunnah di lakukan sebanyak dua rakaat, Waktu sholat idul fitri sekitar pukul 7 pagi dengan agak telat untuk pelaksanaannya karena mengingat ada jamaah yang belum membayar jakat firah, karena kalau membayar jakat fitrah setelah sholat idul fitri maka jakat fitrahnya gugur dan masuk pada pahala sodaqoh.

Tata Cara Niat Sholat Idul Fitri Yang Benar Dengan Bacaanya

Setelah selasai melakukan sholat idul fitri dua rakaat maka imam di sunnatkan untuk berkhutbah dua,yaitu dengan khutbah pertama mengisi ceramah untuk di dengar oleh para jamaah yang hadir dengan tema isi khutbah adalah tentang hari kesucian (firi) dan kemenangan setelah selesai berpuasa sebulan penuh dan anjuran untuk bersilaturrahmi kepada orang tua, familly dan tetangga dengan saling maaf memaafkan untuk menghapus segala dosa dan kesalahan.khutbah kedua adalah penutup dengan doa.

Sunnat sebelum melakukan sholat idul fitri
1. Setelah selesai sholat shubuh dianjurkan makan
2. Mandi menghilangkan hadas besar (adus)
3. Memakai pakaian rapih dan bersih
4. Memakai minyak wangi

Keutamaan sholat idul fitri dilakukan Secara Berjamaah tata caranya sebagai berikut:
1. Takbirotul ihrom sebanyak 7 kali pada rakaat yang pertama,
2. Dan takbirotul ihrom 5 kali pada rakaat yang kedua.
3. Dilanjutkan dengan membaca surah alfatihah
4. Dalam takbirotul ihromnya mengangkat tangan setinggi bahu di setiap takbir tersebut.
5. Setiap selesai takbir rakaat pertama dan rakaat ke dua selalu di isi dengan bacaan
Subhanallohi-Walhamdulillahi-Walaailaahaillah-Walloohuakbar
6. Dianjurkan Membaca surat pendek.
7. Jika Imam di anjurkan menyaringkan bacaannya.
8. Setelah selesai tasyahud akhir rakaat kedua terbiasa di akhiri salam
9. Khutbah 2 kali setelah shalat idul fitri, sebagaimana halnya khutbah pada shalat jum’at.
10. Pada khutbah Idul Fitri ini, di usahakan memaparkan mengenai hari kemenangan (setelah menjalani Ramadhan), dan anjuran bersilaturahmi, saling maaf-maafan dll.

NIAT SHOLAT IDUL FITRI

Niat Sholat Idul Fitri Untuk Imam

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى


USHOLLI SUNNATA 'IIDHIL FITHRI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI IMAAMAN LILLAAHI TA'AALA

Artinya : Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala

Niat Sholat Idul Fitri Untuk Ma'mum

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى


USHOLLI SUNNATA 'IIDHIL FITHRI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA

Artinya : Saya niat sholat sunnah idul fitri dua raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

Demikian admin menyusun rangkaian cara untuk melakukan sholat idul fitri bagi siapa saja yang membuka blog ini muslim laki-laki atau muslim perempuan atau anak-anak yang mau akil baleg atau yang sedang belajar untuk artikel terkait kami sajikan untuk anda cara sholat idul adha. Semoga susunan rangkaian yang kami buat diatas sekiranya bermanfaat untuk anda.

Tata Cara Niat Dan Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha

Tata Cara Niat Dan Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha.Artikel terkait dari bahasan sholat Tahajud yang akan kami bahasan adalah pentingnya kita sholat sunnah Dhuha didalam artikel bahasan ini,mengingat betapa rumitnya kita menjalani kehidupan ini sehingga kita kalau tidak di dasari dengan ke imanan yang kuat,mental yang kuat banyak sekali orang yang merasa putus asa untuk menjalani ke hidupan ini.

Maka dengan ini kami berikan bantuan berbagi ilmu untuk anda yang setia buka blog ini untuk bisa hidup istikomah dan berlapang ,dada dengan giat mau menjalakan ibadah sholat Dhuha rutin setiap pagi dengan penuh kekhusuan,lengkap disini kami sajikan tata cara sholat Dhuha beserta dengan doanya untuk dapat mudah di mengerti dan di pahami.


Sholat Dhuha ini merupakan sholat yang dilaksanakan ketika matahari telah terbit dan naik sampai menjelang sholat Dzuhur. Waktu untuk sholat Dhuha sendiri diperkirakan mulai dari sekitar jam 7 hingga sekitar jam 11. Namun perlu diingat, waktu Dhuha ini tergantung daerah di mana Anda tinggal dan tergantung posisi matahari itu sendiri. Bagaimanapun, waktu sholat Dhuha sangatlah dipengaruhi oleh posisi matahari.

Tata Cara Niat Dan Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha

Sering kita jumpai sebagian orang yang hendak mengerjakan sholat dhuha masih bingung mengenai jumlah rakaatnya,mengenai jumlah rakaat sholat Dhuha sebagaimana yang di sabdakan Nabi kita Muhammad Saw bisa dua rakat,empat rakaat,enam rakaat,delapan rakaat,dan dua belas rakaat berikut cuplikan hadist yang di riwayatk dari imam Thabrani.

Barang siapa yang melaksanakan shalat dhuha 2 rakaat, maka akan ditulis sebagai orang- orang yang tidak lalai dalam mengingat Allah. Barang siapa yang melaksanakan 4 rakaat, akan ditulis sebagai orang- orang yang suka beribadah. Barang siapa yang melaksanakan 6 rakaat, maka akan dicukupkan ia pada hari tersebut. Barang siapa yang melaksanakan 8 rakaat, akan ditulis sebagai orang- orang yang selalu berbuat taat. Dan barang siapa yang melaksanakan 12 rakaat, maka Allah akan membina baginya mahligai di dalam Surga”. (HR At Thabrani)

BACAAN NIAT SHOLAT DHUHA
Pada dasarnya bacaan niat sholat dhuha sama halnya dengan bacaan niat niat sholat sunnat lain. Di bawah ini adalah bacaan niat sholat dhuha.

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَي رَكْعَتَين ِللهِ تَعَاليَ

Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya: ” Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.”

TATA CARA SHOLAT DHUHA
Tata cara sholat dhuha hampir sama dengan sholat sunah pada umumnya, berikut cara shalat duha yang benar .

(1) Niat
(2) Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah
(3) Membaca surat Al Fatihah
(4) Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams atau lainnya.
(5) Ruku’ dengan tuma’ninah
(6) I’tidal dengan tuma’ninah
(7) Sujud dengan tuma’ninah
(8) Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
(9) Sujud kedua dengan tuma’ninah
(10) Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
(11) Membaca surat Al Fatihah
(12) Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
(13) Ruku’ dengan tuma’ninah
(14) I’tidal dengan tuma’ninah
(15) Sujud dengan tuma’ninah
(16) Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
(17) Sujud kedua dengan tuma’ninah
(18) Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
(19) Salam

DOA SETELAH SHOLAT DHUHA

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ


ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya :
Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

FADHILAH SHOLAT DHUHA
Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan shalat-shalat sunnah untuk menyempurnakan ibadah shalat wajib yang terkadang tidak dapat sempurna pahalanya. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ


Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba ialah shalatnya. Apabila baik, maka ia telah beruntung dan selamat; dan bila rusak, maka ia telah rugi dan menyesal. Apabila kurang sedikit dari shalat wajibnya , maka Rabb Azza wa Jalla berfirman, “Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat tathawwu’ (shalat Sunnah),” lalu disempurnakanlah dengannya yang kurang dari shalat wajibnya tersebut, kemudian seluruh amalannya diberlakukan demikian. [HR at-Tirmidzi]. Dan di antara yang disyariatkan ialah shalat Dhuha.

KEUTAMAAN SHALAT DHUHA
1. Mencukupkan sedekah sebanyak persendian manusia, yaitu 360 persendian, sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى. (أخرجه مسلم)


Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau telah bersabda: “Di setiap pagi, ada kewajiban sedekah atas setiap persendian dari salah seorang kalian. Setiap tasbiih adalah sedekah, setiap tahmiid adalah sedekah, setiap tahliil adalah sedekah, setiap takbiir adalah sedekah, amar makruf nahi mungkar adalah sedekah. Dan dapat memadai untuk semua itu, dua rakaat yang dilakukan pada waktu Dhuha”.(1)

Juga sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

فِي الْإِنْسَانِ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلًا فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّيْءُ تُنَحِّيهِ عَنْ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ


“Dalam diri manusia ada 360 persendian, lalu diwajibkan sedekah dari setiap sendinya,” mereka bertanya,”Siapa yang mampu demikian, wahai Nabi Allah?” Beliau menjawab,”Memendam riak yang ada di masjid dan menghilangkan sesuatu (gangguan) dari jalanan. Apabila tidak mendapatkannya, maka dua raka’at shalat Dhuha mencukupkanmu.”(2)

2. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga orang yang shalat Dhuha empat rakaat pada hari tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَوْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ ابْنَ آدَمَ ارْكَعْ لِي مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ آخِرَهُ أخرجه الترمذي. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ


Dari Abu Dardaa’ atau Abu Dzar, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dari Allah Subhanahu wa Ta’alabahwa Allah berfirman: “Wahai Bani Adam, shalatlah untuk-Ku pada awal siang hari empat rakaat, niscaya Aku menjagamu sisa hari tersebut”.(3)

3. Shalat Dhuha merupakan shalat al-awwâbîn. Yaitu orang yang banyak bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu yang berbunyi:

لاَ يُحَافِظُ عَلَى صَلاَةِ الضُّحَى إِلاَّ أَوَّابٌ قَالَ وَهِيَ صَلاَةُ الأَوَّابِيْنَ. (أخرجه الحاكم)


Tidaklah menjaga shalat Dhuha kecuali orang yang banyak bertaubat kepada Allah.(4)

Demikian bahasan yang dapat kami sampaikan untuk anda ummat islam dimanapun berada tentang cara sholat Dhuha fadhilah dan ke utamaannya yang kami tulis diatas. untuk artikel terkait kami sajikan juga tata cara sholat Idul Adha, semoga bahasan ini bermanfaat sekiranya bagi sebagian muslim awam atau siapa saja yang muslim yang membaca artikel ini.

Tata Cara Niat Dan Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud

Tata Cara Niat Dan Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud.Ada banyak tentang pentingnya sholat sunnah sebagai amalan penting setelah sholat fardhu yang lima waktu yaitu disini kami akan sajikan untuk anda seperti sholat sunnah Tahajud yang sangat mashur hikmah dan faedahnya sebagai sholat malam.Sholat malam yaitu sholat sunnah Tahajud merupakan sholat sunnah yang di anjurka langsung oleh Alloh Swt.

Dengan sholat inilah kita bisa menjadikan hidup kita bakal ada jalan penerang kehidupan yang selalu dapat kemudahan didalam gerak langkah untuk membuat hati selalu lapang dada.dan Alloh Swt akan selalu dekat dengan kita sehingga kita merasa Alloh selalu menjaga kita dari berbagai hambatan dan rintangan sehingga kita tidak merasa kecil hati.


Hikmah dan faedah daripada sholat Tahajud diri kita akan jadi orang yang bertakwa kepada Alloh Swt dan bisa mencegah dari pada perbuatan keji dan munkar.Begitupun dari rajinnya kita bangun tengah malm untuk sholat Tahajud maka untuk melakukan sholat sunnah yang lainnya kita pasti tidak akan pernah lalai dan akan menambah kekhusuan dalam hati.

Tata Cara Niat Dan Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud

Maka dengan di anjurkankanya sholat Tahajud oleh Alloh Swt itulah amalan penting sebagai tambahah melakukan amal setelah sholat fardhu, ini menunjukan ibadah kita akan di tingkatkan derajatnya oleh Alloh Swt seperti kutipan dalam firman surah Al-israa, Ayat Mengenai perintah sholat Tahajud dalam Al Quran surah Al Israa' : 79 :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا


Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji."

Di dalam al-Qur'an telah banyak disebutkan tentang keutamaan shalat Tahajud, salah satunya seperti dalam surah Adz Dzariyaat : 15 - 18

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (١٥) آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (١٦) كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (١٧) وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (١٨


Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar."

CARA MELAKUKAN DAN NIAT SHOLAT TAHAJUD

Sholat tahajud minimal dikerjakan sebanyak dua rakaat, maksimalnya ada yang mengatakan 8 hingga 12 rakaat. Ada juga yang menyebutkan tidak ada batas maksimal rakaat. Sholat tahajud (dan juga sholat sunnah lain pada umumnya) dikerjakan dengan dua-dua rakaat, artinya setiap dua rakaat harus salam terlebih dahulu baru boleh shalat kembali.

Hal yang juga perlu diperhatikan dalam tata cara melaksanakan sholat tahajud adalah mengenai niatnya.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan soal niat: lafadh atau bacaan niat dan qashad niat. Lafadh niat adalah bacaan yang kita ucapkan dengan lidah sebelum melaksanakan suatu ibadah, dalam hal ini berarti sebelum takbiratul ihram. Sementara qashad niat adalah niat di dalam hati ketika melakukan suatu ibadah, dalam hal ini adalah ketika melakukan takbiratul ihram. Membaca lafadh niat hukumnya sunnah, sementara qashad niat hukumnya wajib.

Jadi yang dinamakan dengan niat adalah qashad yang muncul di dalam hati ketika melakukan suatu amalan, bukan yang kita ucapkan dengan lidah.

LAFADH QASHAD NIAT

Lafadh niat sholat tahajud adalah sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنّةَ التَهَجُدِ رَكْعَتَيْنِ ِللَهِ تَعَاليَ

Usholli sunnatattahajudi rok'ataini lillahi ta'aala
Artinya: Aku niat shalat sunnah tahajjud dua raka’at karena Allah ta’ala.

Bacaan niat ini dibaca ketika hendak melakukan takbiratul ihram. Hukum membacanya adalah sunnah, bukan wajib. Maka jika sebelum takbir kita tidak membaca bacaan niat tersebut, hukumnya tetap sah.

QASHAD NIAT

Qashad niat adalah ungkapan di dalam hati. Biasanya qashad niat dilakukan dalam bahasa daerah masing-masing agar mudah. Saat kita mengucapkan takbiratul ihram, saat itu pula kita meng-qashad untuk melaksanakan sholat.

Saat kita takbiratul ihram dan membaca اَللهُ اَكْبَرُ, saat itu juga di dalam hati kita berniat “aku niat sholat tahajud 2 rakaat karena Allah ta’ala”.

Bacaan qashad niat bisa berbeda-beda dan disesuaikan, yang penting jelas nama ibadahnya dan dikerjakan untuk Allah SWT.

TATA CARA SHOLAT TAHAJUD: GERAKAN DAN BACAANNYA

Gerakan sholat tahajud tidak berbeda dengan gerakan sholat pada umumnya. Sholat tahajud juga diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Yang perlu diperhatikan adalah shalat tahajud harus dikerjakan dua rakaat sekali salam. Tidak boleh (misalnya) 4 rakaat sekaligus baru salam.

Kemudian, jangan terlalu tergesa-gesa di dalam shalat. Banyak orang yang mengejar target rakaat sholat (harus 8 atau 12 rakaat misalnya), akhirnya dia sholat dengan tergesa-gesa dan tidak sempurna. Ingat tujuan dari sholat adalah mengingat Allah SWT. Oleh karena itu, sudah seharusnya dikerjakan sebaik dan sesempurna mungkin.

Begitu juga dengan bacaan dalam sholat tahajud, tidak ada perbedaan dengan shalat lainnya. Bacaan wajib dalam shalat yaitu: takbiratul ihram, alfitahah, tasyahud akhir dan salam. Setelah membaca Alfatihah, disunnahkan untuk membaca surat Alquran. Ada sebagian yang berpendapat sunnah membaca surat Al Kafirun di rakaat pertama dan Al Ikhlas di rakaat kedua.

Memang ada bacaan doa khusus setelah selesai sholat tahajud. Bacaan doa tersebut akan dijelaskan di bawah.

DOA SETELAH SHOLAT TAHAJUD

Setelah sholat tahajud selesai, kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT. Kita bisa meminta apa saja kepada Allah selama itu adalah hal yang baik. Tidak dibatasi harus meminta hal tertentu saja. Namun, ada doa khusus yang sudah disusun oleh para ulama untuk kita baca setelah sholat tahajud selesai. Berikut bacaan doa setelah sholat tahajud dalam Bahasa Arab:

اَللهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ

وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنّ

وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ

وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ

اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ

فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ

اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ


Allaahumma lakal hamdu anta qayyimus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqun, wa qauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wannaaru haqqun, wannabiyyuuna haqqun, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wasallama haqqun wassaa’atu haqqun. allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfirlii maa qaddamtu, wa maa akh-khartu, wa maa asrartu, wa maa a’lantu, wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqaddimu, wa antal mu’akhkhiru, laa ilaaha illaa anta, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah”

Artinya:
Wahai Allah, Milik-Mu lah segala puji.
Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya.
Milik-Mu lah segala puji, Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya.
Milik-Mu lah segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya.
Milik-Mu lah segala puji, Engkaulah Yang Hak (benar), janji-Mu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad SAW itu benar, dan hari kiamat itu benar (ada).
Wahai Allah, Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dehgan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum.
Oleh karena itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku.
Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Berikut untuk lebih jelas kita memahami dari pada sholat tahajud maka kami tampilkan untuk anda beberapa hadist shoheh di bawah ini.

(1) EMPAT FADHILAH KUBRA DALAM TAHAJJUD

عَنْ بِلَالٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ وَمَنْهَاةٌ عَنْ الْإِثْمِ وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنْ الْجَسَدِ


Dari Bilal bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Selalulah kalian melakukan shalat malam, karena shalat malam adalah kebiasaan1 orang-orang shalih sebelum kalian, dan sesungguhnya shalat malam mendekatkan kepada Allâh, serta menghalangi dari dosa, menghapus kesalahan, dan menolak penyakit dari badan.” HR Tarmidzi 3472, shahih KECUALI lafal “mengusir penyakit dari badan”.

(2) FADHILAH BERNIAT TAHAJJUD SEBELUM TIDUR

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُومَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ حَتَّى أَصْبَحَ كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَل


Dari Abu Ad Darda’ yang sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Barangsiapa yang hendak tidur dan ia berniat untuk shalat malam, lalu ia tertidur hingga datang waktu subuh maka ia mendapat pahala apa yang ia niatkan, dan tidurnya adalah sedekah baginya dari Allâh ‘Azza wa Jalla.” HR Nasa`I 1765, shahih.

(3) FADHILAH TAHAJJUD SECARA KONTINYU

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ امْرِئٍ تَكُونُ لَهُ صَلَاةٌ بِاللَّيْلِ فَيَغْلِبُهُ عَلَيْهَا نَوْمٌ إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ أَجْرَ صَلَاتِهِ وَكَانَ نَوْمُهُ ذَلِكَ صَدَقَةً


Dari ‘Aisyah, bahwasanya Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: Tidaklah seorang yang membiasakan diri shalat malam kemudian tertidur (di malam harinya), kecuali Allâh akan menulis pahala shalat untuknya dan tidurnya sebagai shadaqah.” HR Ahmad 233303, shahih.

(4) FADHILAH MEMBACA SURAH PANJANG DALAM TAHAJJUD

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصَّلَاةِ طُولُ الْقُنُوتِ


Dari Jabir berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat yang paling afdhal (utama) adalah shalat yang lama berdirinya.” HR Muslim 1257.

(5) FADHILAH TAHAJJUD DENGAN 10, 100, ATAU 1000 AYAT

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَامَ بِعَشْرِ آيَاتٍ لَمْ يُكْتَبْ مِنْ الْغَافِلِينَ وَمَنْ قَامَ بِمِائَةِ آيَةٍ كُتِبَ مِنْ الْقَانِتِينَ وَمَنْ قَامَ بِأَلْفِ آيَةٍ كُتِبَ مِنْ الْمُقَنْطِرِينَ


Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa bangun (shalat malam) dan membaca sepuluh ayat, maka dia tidak akan dicatat sebagai orang-orang yang lalai. Barangsiapa bangun (shalat malam) dengan membaca seratus ayat, maka dia akan dicatat sebagai orang-orang yang tunduk, dan barangsiapa bangun (shalat malam) dengan membaca seribu ayat, maka dia akan dicatat sebagai muqanthirin (orang-orang yang mendapat pahala berlipat-lipat tak terhingga)2.” HR Abu Dawud 1190, shahih.

(6) FADHILAH MEMBANGUNKAN ISTRI UNTUK TAHAJJUD

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ

رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ


Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semoga Allâh merahmati seseorang yang bangun malam kemudian shalat lalu membangunkan isterinya, apabila isterinya menolak, dia akan memercikkan air ke mukanya, dan semoga Allâh merahmati seorang isteri yang bangun malam lalu shalat, kemudian dia membangunkan suaminya, apabila suaminya enggan, maka isterinya akan memercikkan air ke muka suaminya.” HR Abu Dawud 1113, shahih.

(7) FADHILAH TAHAJJUD BERSAMA ISTRI

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَأَبِي هُرَيْرَةَ قَالَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اسْتَيْقَظَ مِنْ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيعًا كُتِبَا مِنْ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ


Dari Abu Sa’id Al Khudri dan Abu Hurairah RhadhiyAllahu ‘anhuma, mereka Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka keduanya dicatat sebagai orang yang banyak mengingat Allâh.” HR Abu Dawud 1239, shahih.

(8) FADHILAH TAHAJJUD AKHIR MALAM

عَمْرُو بْنُ عَبَسَةَ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنْ الْعَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الْآخِرِ فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ


Dari ‘Amr bin ‘Abasah bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Waktu yang paling dekat antara Rabb dengan seorang hamba adalah pada tengah malam terakhir, maka apabila kamu mampu menjadi golongan orang-orang yang berdzikir kepada Allâh (shalat) pada waktu itu, lakukanlah!”. HR Tarmidzi 3503, shahih.

(9) FADHILAH TAHAJJUD NABI DAWUD AS

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ أَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ صَلَاةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَكَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَيَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا


‘Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash radliallahu ‘anhu’anhuma mengabarkannya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepadanya: “Shalat yang paling Allâh cintai adalah shalatnya Nabi Daud Alaihissalam dan shaum (puasa) yang paling Allâh cintai adalah shaumnya Nabi Daud alaihissalam. Nabi Daud Alaihissalam tidur hingga pertengahan malam lalu shalat pada sepertiganya kemudian tidur kembali pada seperenam akhir malamnya3. Dan Nabi Daud Alaihissalam shaum sehari dan berbuka sehari”. HR Bukhari 1063.

(10) FADHILAH TAHAJJUD TENGAH MALAM

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

اعْبُدُوا الرَّحْمَنَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَأَفْشُوا السَّلَامَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ


Dari ‘Abdullahbin Amru ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Beribadahlah kalian kepada Ar Rahman (Alloh Swt), berilah makanan, dan tebarkanlah salam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” HR Tarmidzi 1778, shahih.

عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ


Dari Ali ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi menjawab: “Untuk orang yang berkata benar, memberi makan, shaum secara kontinyu, dan shalat pada malam hari di waktu orang-orang tidur.” HR Tarmidzi 1907, shahih. * Yaitu di tengah malam pada jam tidur.

(11) FADHILAH TAHAJJUD TARAWIH

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ صُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَضَانَ فَلَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئًا مِنْ الشَّهْرِ حَتَّى بَقِيَ سَبْعٌ فَقَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ فَلَمَّا كَانَتْ السَّادِسَةُ لَمْ يَقُمْ بِنَا فَلَمَّا كَانَتْ الْخَامِسَةُ قَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ شَطْرُ اللَّيْلِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا قِيَامَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ قَالَ فَقَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ قَالَ فَلَمَّا كَانَتْ الرَّابِعَةُ لَمْ يَقُمْ فَلَمَّا كَانَتْ الثَّالِثَةُ جَمَعَ أَهْلَهُ وَنِسَاءَهُ وَالنَّاسَ فَقَامَ بِنَا حَتَّى خَشِينَا أَنْ يَفُوتَنَا الْفَلَاحُ قَالَ قُلْتُ وَمَا الْفَلَاحُ قَالَ السُّحُورُ ثُمَّ لَمْ يَقُمْ بِقِيَّةَ الشَّهْرِ


Dari Abu Dzar dia berkata; “Kami pernah berpuasa Ramadhan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan beliau tidak mengerjakan shalat malam bersama kami sedikitpun dalam sebulan sampai berlalu sepertiga malam, setelah malam keenam (dari akhir bulan) beliau juga tidak mengerjakan shalat malam bersama kami, ketika di hari kelima (dari akhir bulan), beliau mengerjakan shalat malam bersama kami hingga tengah malam pun berlalu. Maka kataku; “Wahai Rasulullah, alangkah baiknya sekiranya anda menambahi shalat sunnah (qiyamullail) pada malam hari ini untuk kami!.” Abu Dzar berkata; Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya apabila seseorang shalat (malam) bersama imam hingga selesai, maka akan dicatat baginya seperti bangun (untuk mengerjakan shalat malam) semalam suntuk.” Kata Abu Dzar; “Ketika malam keempat (dari akhir bulan) beliau tidak mengerjakan shalat malam (bersama kami), setelah malam ketiga (dari akhir bulan), beliu mengumpulkan keluarganya, isteri-isterinya dan orang-orang, lalu melakukan shalat malam bersama kami, sampai kami khawatir ketinggalah “Al falah.” Jabir bertanya; “Apakah al falah itu?” jawabnya; “Bersahur. Kemudian beliau tidak lagi melakukan shalat malam bersama kami di malam-malam berikutnya dari sebulan itu.” HR Abu Dawud 1167, shahih.

TAHAJJUD MENINGGIKAN KEMULIAAN DI HADAPAN ALLOH

Terdapat hadits shahih dan hadits dha’if, yaitu:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ ، قَالَ : جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ ثُمَّ قَالَ : يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ.


Dari Sahl bin Sa’d berkata, “Jibril ‘alaihissalam datang kepada Nabi saw lalu berkata: Hai Muhammad, hiduplah engkau semaumu sebab kau akan mati. Cintailah siapapun yang kau cintai karena kau akan meninggalkannya. Kerjakanlah apapun yang kau mau sebab kau akan dibalas dengannya.” Kemudian dia berpetuah, “Hai Muhammad, Kemuliaan orang mu’min adalah dengan qiyamullail, dan ‘izzahnya (gagah) adalah jika ia menahan diri dari meminta kepada orang.” HR Hakim 7921, shahih.

Adapun hadits yang dha’if bahkan palsu adalah:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَشْرَافُ أُمَّتِي حَمَلَةُ الْقُرْآنِ وَأَصْحَابُ اللَّيْلِ


Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah saw bersabda, “Para mulia dari ummatku adalah mereka yang hafal Al-Qur’an dan ahli ibadah malam hari.” HR Baihaqi dalam Syu’abul Iman 2447 & 2977, DHA’IF/PALSU.4

DOA TAHAJJUD LEBIH MUSTAJAB

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ


قَالَ جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ


Dari Abu Umamah ia berkata; Rasulullah shallAllahu wa’alaihi wa sallam ditanya: Wahai Rasulullah, doa apakah yang paling didengar? Beliau berkata: “Doa di tengah malam terakhir, serta setelah shalat-shalat wajib.” HR Tarmidzi 3421, shahih.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ


Dari Jabir ia berkata; Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu ia memohon kebaikan kepada Allâh ‘Azza wa Jalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allâh memperkenankannya. Hal tu terjadi pada setiap malam.” Muslim 1259.

TAHAJJUD MENGHAPUS DOSA

ثَوْبَان مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ أَعْمَلُهُ يُدْخِلُنِي اللَّهُ بِهِ الْجَنَّةَ أَوْ قَالَ قُلْتُ بِأَحَبِّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ فَسَكَتَ ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَسَكَتَ ثُمَّ سَأَلْتُهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ سَأَلْتُ عَنْ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً


Tsauban, maula Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, lalu aku bertanya, ‘Kabarkanlah kepadaku dengan suatu amal yang jika kukerjakan niscaya Allâh akan memasukkanku ke dalam surga disebabkan amal tersebut, -atau dia berkata, aku berkata, ‘Dengan amalan yang paling disukai Allâh-, lalu dia diam, kemudian aku bertanya kepadanya, lalu dia diam kemudian aku bertanya kepadanya yang ketiga kalinya.’ Dia menjawab, ‘Aku telah menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, maka beliau menjawab, ‘Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allâh, karena tidaklah kamu bersujud kepada Allâh dengan suatu sujud melainkan Allâh akan mengangkatmu satu derajat dengannya, dan menghapuskan satu dosa darimu dengannya’.” HR Muslim 753.

TAHAJJUD MELEPASKAN 3 IKATAN SETAN

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ


Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan. Pada tiap ikatan dia berkata: Kamu akan melewati malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak. Jika dia bangun dan mengingat Allâh maka lepaslah satu tali ikatan. Jika kemudian dia berwudhu’ maka lepaslah tali yang lainnya dan bila ia mendirikan shalat lepaslah seluruh tali ikatan dan pada pagi harinya ia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan seperti itu, maka pagi harinya jiwanya merasa tidak segar dan menjadi malas”. HR Bukhari 1074.

TAHAJJUD ADALAH SHALAT SUNNAH PALING UTAMA

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ


Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seutama-utama puasa setelah Ramadlan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat Fardlu ialah shalat malam.” HR Muslim 1982.

TAHAJJUD YANG PASTI DITERIMA ALLOH

عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي أَوْ دَعَا اسْتُجِيبَ لَهُ فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى قُبِلَتْ صَلَاتُهُ


‘Ubadah bin Ash-Shamit dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang bangun di malam hari lalu membaca “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Alhamdulillahi wa subhaanallah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar wa laa jaula wa laa quwwata illa billah” (Tidak ada tuhan yang berhaq disembah kecuali Allâh satu-satunya, tidak ada sekutu bagiNya. Dialah yang memiliki kerajaan dan baginNya segala pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allâh dan Maha Suci Allâh dan tidak ada ilah kecuali Allâh dan Allâh Maha Besar dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Dia”) Kemudian dilanjutkan dengan membaca “Allahummaghfirlii” (“Ya Allâh ampunilah aku”) atau berdo’a, maka akan dikabulkan baginya. Jika dia berwudhu’ lalu shalat maka shalatnya diterima”. HR Bukhari 1154.

Demikian bahasan pentingnya kita sholat Tahajud yang di lakukan di waktu malam.semoga kita bisa melakukanya dengan penuh kekhusuan dan mampu setiap malam kita bangun untuk shalat Tahajud.untuk artikel terkait kami sjikan juga bahasan pentingnya kita Sholat Duha di waktu pagi sebagai amalan kita untuk memudahkan dalam mencari rizki yang halal berkah manfat dunia dan akherat dan kita tetap istikomah walau tedapat banyak kesulitan di dalam hidup ini.

Tata Cara Niat Sholat Idul Adha Lengkap Dengan Bacaannya

Tata Cara Niat Sholat Idul Adha Lengkap Dengan Bacaannya. - Bagaimana dengan bacaan niat serta doa sholat Idul Adha,shalat Idul Adha  mempunyai kesamaan dengan shalat Idul Fitri, pada bagian jumlah rakaat, dan jumlah takbir yang dikumandangan dalam setiap rakaat. Diriwayatkan, “Shalat safar terdiri dari dua raka’at, shalat Idul Adha dua raka’at dan shalat Idul Fithri dua raka’at. dikerjakan dengan sempurna tanpa qashar” (H.R Ahmad).

Adapun takbirnya, mengikuti yang dilaporkan Aisyah tentang salat Nabi, “Sesungguhnya Rasulullah saw. bertakbir dalam salat Idul Fitri dan Idul Adha, pada rakaat pertama sejumlah tujuh kali dan rakaat kedua sejumlah lima kali, di samping dua takbir ruku’.”Perbedaan salat Idul Adha dan Idul Fitri adalah, pada waktu pelaksanaannya. Salat Idul Fitri diakhirkan, sebagai upaya berjaga-jaga jika ada umat Islam yang belum membayarkan zakat fitrah yang hukumnya wajib.


Akan halnya salat Idul Adha, didahulukan, atau dikerjakan lebih awal, karena setelahnya umat Islam berbondong-bondong akan menyembelih hewan kurban. Penyembelihan ini sendiri tidak hanya bisa dilakukan pada 10 Zulihijah, tetapi juga tiga hari berikutnya, yang dikenal sebagai hari tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah). Sepanjang hari-hari tersebut, haram hukumnya umat Islam berpuasa.

Tata Cara Niat Sholat Idul Adha Lengkap Dengan Bacaannya

Untuk bahasan di artikel ini kami berikan penjelasa untuk anda tentang peraktek cara melakukan niat dan sholat idul adha bagi sebagian muslim awam untuk dapat mudah melaksanakn dan memahami bagaimana cara shalat Idul Adha yang benar.juga di sini kami lengkapi bagian-bagian yang terpenting dalam cara shalat Idul Adha di lanjut dengan teks khutbah pertaman dan khutbah kedua dan beberapa sumber hadist yang berkaitan dengan pelaksanaan shalat Idul Adha.

A: CARA NIAT DAN BACAAN SHALAT IDUL ADHA

Bacaan bilal saat akan melaksanakan shalat idul adha

صلوا سنة عيد الأضحي ركعتين جماعة رحمكم الله


Niat Sholat Sunah Idul Adha sebagai Ma'mum

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِالْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى


USHOLLI SUNNATA 'IIDHIL ADHAA ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA

Artinya :
Saya niat sholat sunnah idul adha dua raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

Niat Sholat Sunah Idul Adha sebagai Imam

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِالْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى


USHOLLI SUNNATA 'IIDHIL ADHAA ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI IMAAMAN LILLAAHI TA'AALA

Artinya :
Saya niat sholat sunnah idul adha dua raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي


SUBHANALLAH WAL HAMDULILLAH WA LAA ILAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR. ALLAHUMMAGHFIRLII WAR HAMNII

Artinya :
Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku.

Berikut ini tahapan-tahapan secara detail mengenai tata cara sholat Idul Adha

Baca takbirotul ihram (takbir permulaan shalat) dengan niat shalat idul adha.
Membaca doa iftitah
Membaca takbir 7 (tujuh) kali (selain takbirotul ihram) dilanjutkan membaca tasbih.
Membaca Al-Fatihah
Membaca surat Al-Quran
Ruku dan sujud untuk rakaat pertama
==================
Bacaan Rakaat kedua:
Membaca takbir 5 (lima) kali.
Membaca Al-Fatihah
Membaca surat Al-Quran.
Ruku dan sujud di lanjutkan dengan tahiyat (tasyahud) akhir dan diakhiri dengan salam.

Setelah itu memberi salam ke kanan dan ke kiri. Setelah selesai melaksanakan shalat id ini, dilanjutkan , dengan 2 khutbah, baik dilakukan oleh imam shalat id pada saat itu, maupun oleh orang lain yang telah ditunjuk sebagai khatib yang sedang bermakmumdan jamaah mendengarkannya dengan penuh perhatian hingga selesai.

B: SUNNAH SUNNAH SEBELUM IDUL ADHA

1.Berjalan kaki menuju tempat sholat. “Rasulullah SAW biasa berangkat sholat Ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang ”(Ibnu Majah) “Rasulullah saw jika melaksanakan sholat ied beliau melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang “(HR. Bukhori).

2.Mandi dan memakai pakaian bagus. Diriwayatkan bahwa Ibnu Umar ra biasa memakai pakaian yang bagus pada saat sholat Ied.

3.Tidak makan sebelum Sholat Idul Adha. “Abu Raidah ra mengatakan, Nabi saw tidak keluar menuju sholat Idul fitri sebelum makan dan pada hari raya idul adha beliau tidak makan sebelum pulang dari tempat sholat kemudian memakan sembelihan beliau” (Tirmidzi, hasan)

Demikian bahasan tata cara sholat Idul Adha yang kami muat di artikel ini sekiranya semoga bisa membantu bagi anda yang benar-benar mau melakukan sholat Idul Adha yang benar pada saat hari raya Idul Adha tiba sebagai hari raya kurban.Begitu juga untuk artikel terkait kami sajikan bahasan terpenting bagi anda contoh  khutbah idul adha. semoga bermanfaat dan terima kasih telah membaca artikel ini.